RUQHOYYA: "YAA ALLAH! AKU ADALAH RUQHOYYA YAA ALLAH!"
2 Juli 2026
Bismillaahirrahmaanirrahiim
"Sebenarnya aku hanya ingin Allah menyampaikan Risalah Allah saja Tanpa Allah membuka Tentang Ruqhoyya, biarlah itu pengetahuan Allah dan aku tidak ingin menceritakan sebenarnya semua yang Allah berikan padaku tentang Kekuasaan-Nya yang sangat luar biasa, aku tidak bisa memikirkan dengan pikiranku karena menjaga diriku. Tapi Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya.
Apabila Allah mengisahkan tentang Ruqhoyya, aku cemas Allah membuka tentang yang Allah buktikan yang aku alami, tidaklah aku menerima satu pun yang merugikan diriku selain semuanya adalah Rahman Allah. Walaupun di dalamnya ada yang tidak aku inginkan karena itulah Ujian, namun aku bersikap santun dengan semua ujian. Karena Allah sendiri yang menguatkanku.
Ketika Allah membuka kemustahilan yang dipersaksikan kepadaku, aku memohon kepada Allah perlindungan. Karena kemustahilan itu yang membuat orang-orang tidak menerima dan tidak meyakini Allah bersaksi, sedangkan aku inginkan, tetap menyampaikan pesan Allah dan Ambillah pesan Allah saja dan jangan lihat tentang penciptaan Allah terhadapku.
Aku hanya debu, dan aku telah mengatakan kepada Allah saat awal Allah berkata-kata untuk Kesaksian-Nya dan Allah ilhamkan dalam Qalbuku dengan tegas, 'Ikuti Perintah-Ku! Patuhlah Kepada-Ku (Allah)!'
Dan aku takut saat Allah menyebut semua Keagungan-Nya, saat aku menyebutkan 'Engkau salah yaa Allah, aku bukan Ruqhoyya', dan urat-urat leherku menegang, kaku, dan kepalaku terasa berat dan kaku, aku takut mati tersungkur atau stroke, aku memohon ampun kepada Allah, dan Allah mengampuniku dan aku berkata 'Yaa Allah! aku adalah Ruqhoyya yaa Allah!'
Aku tidak ingin lagi berdebat dengan Allah siapa diriku.
Dan Allah menyebutku, 'Aku Allah jadikan engkau debu yang berguna'.
Allah pernah memberiku surat Muhammad ayat 38 saat nama Ruqhoyya aku tutupi dengan stiker, Allah murka dan berkata, 'Aku Allah bisa saja mengangkat Karunia-Ku kepadamu, Aku bisa saja mengantikan engkau dengan yang Aku Allah kehendaki', dan Allah memberiku surat Muhammad ayat 38.
Saat aku membuka surat Muhammad ayat 38,
dan aku membacanya, Aku memohon ampun pada Allah dan menangis, aku tidak ingin digantikan dengan siapa pun dan aku tidak ingin durhaka, aku berkata 'Ya Allah! aku infakkan diriku di jalan Agama-Mu dan aku akan menyampaikan pesan-pesan-Mu'.
Dan satu ketika Allah memperlihatkan padaku mimpi nabi Muhammad, nabi Muhammad berkata kepadaku dengan lembut, 'pesan Allah telah datang anakku! Ikuti perintah Allah!'
Dan aku segan kepada nabi Muhammad dan Qalbu ku merasakan cinta yang besar kepadanya, Qalbu ku bersaksi aku mencintainya dengan rasa yang tidak bisa aku sebutkan."
Ulaa'ika 'alaa hudammirrabbihim wa ulaa'ika humul-muflihuun
Aamiin, yaa Allah, yaa Rabb, yaa Sami', yaa Bashir, Alhamdulillah
Keywords:
#Ruqhoyya; #Ruqhoya; #Ruqhoyyah; #Ruqhaya; #Ruqhoyya-bint-Ahmad; #Ahmad-Habibi; #Grup-Ahmad-Habibi; #Grup-Ahmad-Habibi-Muhammad; #Ahmad-Habibi-Grup